Sabtu, 01 Januari 2011

Human Body Frequency





Bio Energi Stimulator

Harmoni dari Getaran
 





     





      Setiap sel dalam tubuh manusia menghasilkan medan elektromagnetik. Medan energi ini adalah salah satu cara sel berkomunikasi satu sama lain untuk memulai dan mengatur berbagai proses fisiologis. Medan energi sering juga diartikan dengan adanya getaran. Getaran atau frekwensi adalah jumlah pulsa (impuls) perdetik dengan satuan hz. Berdasarkan riset selama bertahun-tahun di berbagai negara maju, frekwensi otak manusia berbeda-beda untuk setiap fase sadar, rileks, tidur ringan, tidur nyenyak, trance, panik, dan sebagainya.
Melalui penelitian yang panjang, akhirnya para ahli syaraf (otak) sependapat bawah gelombang otak berkaitan dengan kondisi pikiran



Gelombang Otak pada Manusia
 

BETA (di atas 12 hz atau dari 12 hz s/d 19 hz)
 
Merupakan gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang mengalami aktifitas mental yang terjaga penuh.
seseorang berada dalam kondisi ini ketika akan melakukan kegiatan sehari-hari dan berinteraksi dengan orang lain di sekitar kita. Gelombang beta dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu high beta (lebih dari 19 Hz) yang merupakan transisi dengan getaran gamma , lalu getaran beta (15 hz -18 hz) yang juga merupakan transisi dengan getaran gamma, dan selanjutnya lowbeta (12 hz ~ 15 hz).

Terjadi pada saat seseorang mengalami aktifitas mental yang terjaga penuh

ALPHA ( 8 hz – 12 hz )
 
Adalah gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang yang mengalami relaksaksi atau mulai istirahat dengan tanda-tanda mata mulai menutup atau mulai mengantuk. Manusia menghasilkan gelombang alpha setiap akan tidur, tepatnya masa peralihan antara sadar dan tidak sadar. Fenomena
alpha banyak dimanfaatkan oleh para pakar hypnosis untuk mulai memberikan sugesti kepada pasiennya. Orang yang memulai meditasi (meditasi ringan) juga menghasilkan gelombang alpha. Frekwensi alpha 8 -12 hz , merupakan frekwensi pengendali, penghubung pikiran sadar dan bawah sadar.
seseorang bisa mengingat mimpi nya, karena memiliki gelombang alpha. Kabur atau jelas sebuah mimpi yang bisa diingat, tergantung kualitas dan kuantitas gelombang alpha pada saat seseorang
bermimpi.

Terjadi pada saat seseorang yang mengalami relaksaksi atau mulai istirahat

THETA ( 4 hz – 8 hz )
 
Adalah gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang mengalami tidur ringan, atau sangat mengantuk. Tanda-tandanya napas mulai melambat dan dalam. Selain orang yang sedang diambang tidur, beberapa orang juga menghasilkan gelombang otak ini saat trance, hypnosis, meditasi dalam, berdoa, menjalani ritual agama dengan khusyuk. Orang yang mampu mengalirkan energi chi, prana atau tenaga dalam, juga menghasilkan gelombang otak theta pada saat mereka latihan atau menyalurkan
energinya kepada orang lain.

Bayi dan balita rata-rata tidur lebih dari 12 jam dalam sehari. Itulah mengapa otak anak-anak selalu dalam fase gelombang alpha dan theta. Perlu diingat, gelombang alpha dan theta adalah gelombang pikiran bawah sadar. Oleh sebab itu, anak-anak cepat sekali dalam belajar dan mudah menerima perkataan dari orang lain apa adanya. Gelombang otak ini juga menyebabkan daya imajinasi anak-anak luar biasa. Ketika mereka bermain mobil-mobilan misalnya, imajinasi mereka aktif dan permainan menjadi sangat seru.

Gelombang otak theta juga dikenal sebagai “gelombang ajaib”, karena berkaitan dengan kekuatan psikis. Berdasarkan penyelidikan para ahli, bahwa banyak terjadi kecelakaan pesawat udara, tabrakan, kebakaran, kecelakaan kapal laut yang menewaskan banyak orang. Namun ada keanehan, beberapa anak balita bisa selamat. Kemungkinan ini dikarenakan anak-anak hampir setiap saat dalam kondisi gelombang theta. Perasaan dekat dengan Tuhan pun akan terjadi apabila kita dapat memasuki fase
gelombang theta. Seseorang mungkin pernah mengalaminya saat sedang berdoa, meditasi, melakukan ritual-ritual agama. Dengan dasar inilah “GOD SPOT” ditemukan.

Terjadi pada saat seseorang mengalami keadaan sangat mengantuk

DELTA (0.5 hz – 4 hz)
 
Adalah gelombang otak yang memiliki amplitudo yang besar dan frekwensi yang rendah, yaitu dibawah 3 hz. Otak akan menghasilkan gelombang ini ketika seseorang tertidur lelap, tanpa mimpi. Fase delta adalah fase istirahat bagi tubuh dan pikiran. Tubuh  melakukan proses penyembuhan diri, memperbaiki kerusakan jaringan, dan aktif memproduksi sel-sel baru saat tertidur lelap.

Penemuan baru dibidang frekwensi dan gelombang otak manusia oleh Dr. Jeffrey D. Thompson dari Neuroacoustic Research, bahwa masih ada gelombang dan frekwensi lain dibawah delta, atau dibawah 0.5 hz, yaitu frekwensi EPSILON, yang juga sangat mempengaruhi aktifitas mental seseorang dalam kemampuan supranatural, seperti pada gelombang theta diatas.

Otak menghasilkan gelombang ini ketika seseorang tertidur lelap

Gelombang Otak Lainnya :

GAMMA (16 hz – 100 hz)

Adalah gelombang otak yang terjadi pada saat seseorang mengalami aktifitas mental yang sangat tinggi, misalnya sedang berada di arena pertandingan, perebutan kejuaraan, tampil dimuka umum, sangat panik, ketakutan, kondisi ini dalam kesadaran penuh. Berdasarkan penyelidikan Dr. Jeffrey D. Thompson (Center for Acoustic Research) di atas gelombang gamma sebenarnya masih ada lagi yaitu gelombang Hypergamma ( tepat 100 Hz ) dan gelombang Lambda (tepat 200 Hz), akan yang merupakan gelombang-gelombang supernatural atau berhubungan dengan kemampuan yang luar biasa.

Sensori Motor Rhytm (12 hz – 16 hz)
 
SMR sebenarnya masih masuk kelompok getaran lowbeta, namun mendapatkan perhatian khusus dan juga baru dipelajari secara mendalam akhir-akhir ini oleh para ahli, karena penderita epilepsy, ADHD ( Attention Deficit and Hyperactivity Disorder) dan Autism ternyata tidak menghasilkan gelombang jenis ini. Para penderita gangguan di atas tidak tidak mampu berkonsentrasi atau fokus pada suatu hal yang dianggap penting. Sehingga setiap pengobatan yang tepat adalah cara agar otaknya bisa menghasilkan getaran SMR tersebut.

Schumann Resonance (7.83 hz)
 
Schumann Resonance adalah getaran alam semesta pada frekwensi 7.83 Hz yang juga masuk dalam kelompok gelombang theta. Seseorang yang otaknya mampu menghasilkan dan mempertahan frekwensi ini memiliki kemampuan supernatural, seperti ESP, telepati, clayrvoyance, dan fenomena psikis lainnya. Anak indigo, yaitu anak super cerdas yang biasanya berkemampuan ESP atau Extra Sensory Perception, juga bisa memasuki gelombang ini dengan mudah dan konstan.

METODE stimulasi GELOMBANG OTAK

stimulasi gelombang otak adalah fenomena yang alami, sama alaminya dengan teori fisika. Hal ini sama saja dengan hukum fisika pada dua garpu tala 
Apabila ada dua buah garpu tala yang senada, apabila salah satu garpu tala diketuk T1 (digetarkan), lalu didekatkan tanpa menyentuhnya kepada garpu tala lain T2 , yang diam, maka garpu tala yang lain ini akan ikut bergetar, dengan nada yang sama. Maka garpu tala T2 disebut beresonansi (ikut bergetar) dengan garpu tala T1 .

Demikian pula otak manusia, dengan diketahuinya setiap tingkat gelombang otak manusia yang mampu beresonansi dari getaran audio, visual, dan sinyal raba atau perasaan, maka kita dapat menstimulasi otak kita agar menghasilkan gelombang otak tertentu sesuai kebutuhan, misalnya untuk meningkatkan kemampuan berpikir, ingatan, pemahaman yang cepat, meditasi, aktifitas-aktifitas supranatural, mengobati atau meningkatkan kesehatan bagi mereka yang menderita ADHD, ADD atau Autism, susah tidur dan seterusnya

       Medan elektromagnetik yang dihasilkan oleh Bio Energi Stimulator berdenyut, melalui prinsip bio-resonansi, dimaksudkan untuk membantu mendukung dan merangsang medan elektromagnetik alami yang dihasilkan oleh jaringan tertentu dari tubuh.
      Bio Energi Stimulator dibuat oleh B E M Tech menggunakan daya listrik 220 volt untuk memancarkan frekuensi yang dapat di atur besarannya (0,7 Hz sampai 350 KHz) medan elektromagnetik dan juga daya keluaran (1 Volt sampai dengan 15 Volt) yang dapat di sesuaikan dengan kebutuhan.  
     Pola tertentu dari emisi elektromagnetik bervariasi sesuai dengan kebutuhan pasien untuk menyesuaikan aktivitas elektromagnetik selular yang terkait dengan fungsi tubuh tertentu, atau bagian dari tubuh, yang penting untuk bio-resonansi terjadi yang menargetkan fisiologis tertentu dengan demikian, membantu untuk mendukung fungsi metabolisme dan kinerja.
     Bio Energi Stimulator sangat mendukung bagi para praktisi hipno terapi (hypno therapist) maupun para dokter sebagai pengobatan alternatif dengan cara mengaktifkan frekuensi pada tubuh pasien. Sebagai contoh:
  • Membuat pasien dalam kondisi delta/ trance / pikiran bawah sadar (0,741 Hz)
  • Menyesuaikan tubuh manusia dengan frekuensi bumi atau yang biasa dikenal sebagai Schumann resonance (7,831 Hz)      
    
Bila anda menginginkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi : 
e-mail: bem.tech369@gmail.com
Telp. (021) 71410121